Follow us on FaceBook

Rabu, 27 April 2016

Peran Islam Di era Globalisasi

BAB I
PENDAHULUAN

          Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi laju pesat, cenderung tak terkendalikan bahkan hampir-hampir tak mampu dielakkan oleh dunia pendidikan. Dunia senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu dan perubahan itu semakin cepat dan cepat.
            Semakin cepat perubahan tersebut mengakibatkan kita lupa akan kejadian penting yang pernah terjadi pada masa lalu. Dimasa ketika kedatangan agama Islam diberbagai belahan dunia yang secara berangsur-angsur dapat diterima dan mendapatkan pengikut yang sangat banyak di dunia pada saat sekarang ini.
            Ketika kita memikirkan atau ingin mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana kejadian itu terjadi bisa kita menggunakan salah satu ilmu yaitu sejarah lebih spesifiknya lagi yaitu sejarah peradaban Islam. Sejarah adalah kejadian masa lampau yang memiliki bukti yang kuat dan berarti yang tidak akan terlupakan dan tidak akan bisa diulang kembali. Sedangkan peradaban Islam yaitu penggambaran mengenai keadaan politik, ekonomi dan teknologi dalam Islam.
            Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.telah membawa bangsa Arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal dan diabaikan oleh bangsa – bangsa lain, menjadi bangsa yang maju.
            Sejarah politik dibagi kedalam 3 periode, yaitu : Periode Klasik (650-1250 M),Periode Pertengahan (1250-1800 M),Periode Modern (1800- sekarang)
Pada makalah ini kami membahas mengenai periode pertengahan. Pada periode pertengahan ini pembahasan dipusatkan pada dinasti – dinasti yang kebetulan berhasil memegang hegemoni politik, serta kerajaan besar Islam. Diantaranya :Usmani,Safawi, Mughal. Tepatnya lagi kami membahas mengenai kerajaan/ dinasti/ imperium Mughal.
Fokus kajiannya yaitu :
  1. Sejarah Lahirnya Kerajaan Mughal.
  2. Raja – Raja Yang Pernah Berkuasa Di Kerajaan Mughal.
  3. Masa Kejayaan Dan Kemajuan Kerajaan Mughal.
  4. Faktor-faktor Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Mughal.

BAB II
PEMBAHASAN

  1. SEJARAH LAHIRNYA KERAJAAN MUGHAL

Kerajaan Mughal merupakan kelanjutan dari kesultanan Delhi[1].
 Kerajaan Mughal didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur pada tahun 1482. Meskipun Babur bukan penduduk asli India, tetapi ia memiliki ambisi yang kuat untuk menyatukan India dibawah kekuasaan, ia tidak merasa puas dengan wilayah bekas dinasti Islam yang ada, maka untuk memperluas wilayahnya ia mengadakan perjanjian dengan kerajaan Hindu, bagi kerajaan Hindu yang menolaknya atau menentang tawaran yang diberikan, di adakan penyerbuan secara langsung[2].
Pada tahun 1504 M, ia menduduki Kabul, ibu kota Afganistan. Setelah Kabul dapat ditaklukkan, Babur meneruskan ekspansinya ke India. Kala itu Ibrahim Lodi, penguasa India, dilanda krisis, sehingga stabilitas pemerintahan menjadi kacau. Alam Khan, paman dari Ibrahim Lodi, bersama-sama Daulat Khan, Gubernur Lahore, mengirim utusan ke Kabul, meminta bantuan Babur untuk menjatuhkan pemerintahan Ibrahim Lody di Delhi. Permohonan  itu langung diterimanya. Pada tahun 1525 M, Babur berhasil menguasai Punjab dengan ibu kota Lahore. Setelah itu, ia memimpin tentaranya menuju Delhi. Pada 21 April 1526 M, terjadilah pertempuran yang dahsyat di Panipat. Ibrahim Lody beserta ribuan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu. Babur memasuki kota Delhi sebagai pemenang dan menegakkan pemerintahannya di sana. Dengan demikian berdirilah Kerajaan Mughal di India[3].




  1. RAJA – RAJA YANG PERNAH BERKUASA DI KERAJAAN MUGHAL

Selama masa pemerintahannya, kerajaan Mughal dipimpin oleh beberapa orang raja. Raja – raja yang sempat memerintah yaitu[4] :
  1. Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530).
  2. Humayun (1530-1556).
  3. Akbar (1556-1605).
  4. Jahangir (1605-1627).
  5. Syah Jihan (1628-1658).
  6. Aurangzeb (1658-1707).
  7. Bahadur Syah (1707-1712).
  8. Jehandar (1712-1713).
  9. Fahrukhsiyar (1719-1719).
  10. Muhammad Syah (1719-1748).
  11. Syah Alam / Alam Syah (1760¬-1806).
  12. Akbar II (1806-1837 M).
  13. Bahadur Syah (1837-1858).

  1. MASA KEJAYAAN DAN KEMAJUAN KERAJAAN MUGHAL

Kerajaan Mughal mengalami kejayaan dalam masa hampir  2 abad, mulai dari pemerintahan Babur sampai pada masa Aurangzeb (1526-1707 M). Dalam masa kejayaan ini, kerajaan Mughal mampu mengembangkan peradaban Islam setaraf dengan kerajaan Usmani dan Safawi[5].
Kemajuan yang dicapai kerajaan Mughal dalam berbagai bidang, yaitu :
  1. Bidang Politik dan Administrasi Pemerintahan[6], meliputi :
a)      Perluasan wilayah.
b)      Menggunakan sistem pemerintahan militeristik.
c)      Menerapkan politik toleransi universal (sulakhul).
  1. Bidang Ekonomi, meliputi :
a)      Majunya pertanian[7].
b)      Berkembangnya perdagangan.
  1. Bidang Agama, meliputi :
a)      Berkembangnya konsep Din-i-Lahi.
b)      Pengembangan Islam melalui perbedaan kasta di India.
c)      Berkembangnya aliran keagamaan Islam di India.
d)     Dibentuknya sejumlah badan keagamaan.
  1. Bidang Seni dan Budaya, meliputi :
a)      Munculnya karya sastra tinggi seperti Padmavat.
b)      Adanya taman-taman kreasi Mughal yang menonjolkan gaya campuran yang harmonis antara Asia Tengah, Persia, Timur Tengah, dan Lokal.
c)      Tajmahal merupakan peninggalan kerajaan Mughal yang termasuk salah satu tujuh keajaiban dunia.

  1. FAKTOR-FAKTOR KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN KERAJAAN MUGHAL

Kemunduran ini terjadi setelah Aurangzeb meninggal hingga Bahadur Syah mencapai kehancuran. Kebijakan Aurangzeb untuk menghancurkan kuil-kuil Hindu, meletakkan arca di jalan-jalan agar selalu diinjak tampaknya menjadi sebuah kekeliruan. Hal ini menyebabkan terjadinya pemberontakan hebat dari kalangan Hindu. Pada 1739 M. Mughal dikalahkan oleh pasukan dari Persia dipimpin oleh Nadir Shah. Pada 1756 M. pasukan Ahmad Shah merampok Delhi lagi. Kerajaan Britania yang masuk ke India pada 1600 M. dan mulai melakukan penaklukkan terhadap kerajaan Mughal pada 1757 M. serta membubarkannya tahun 1858 M. setelah mengalahkan pesaingnya, Perancis.
Faktor-faktor Kemunduran yang berakhir pada kehancuran kerajaan Mughal dibagi dalam 2 bagian, yaitu :
  1. Faktor Internal, meliputi :
a)      Adanya pemerintahan yang lemah.
b)      Terjadinya perebutan kekuasaan.
c)      Lemahnya kontrol pemerintah pusat.
d)     Adanya kemerosotan moral.
e)      Adanya cara hidup yang elite.

  1. Faktor Eksternal, meliputi :
a)      Terjadinya pemberontakan dimana-mana.
b)      Adanya invasi Inggris melalui EIC.


[1] Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam, Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, hal. 694.
[2] Sudirman M. Johan , Islam Dalam Multidimensi Pemikiran, Historis dan Peradaban, Yogyakarta : PT. LkiS Pelangi Aksara, hal. 193.
[3] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, hal. 147.
[4] Mashajirismail, www. Sejarah Peradaban Islam.com.
[5] Ibid.
[6] Ibid.
[7] Badri Yatim, hal. 150.
BAB III
KESIMPULAN

Pendidikan Islam sebagai suatu media atau wahana untuk menanamkan nilai moral dan ajaran keagamaan. Pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk pribadi muslim sepenuhnya, yang mengembangkan seluruh potensi manusia baik jasmaniah, rohaniah, dan menumbuh suburkan hubungan setiap pribadi dengan Allah, manusia dan alam dengan cara mengembangkan aspek structural, cultural dan berupaya meningkatkan sumber daya manusia guna mencapai taraf hidup yang layak. Era globalisasi memunculkan era kompetisi yang berbicara keunggulan, hanya manusia unggul yang akan survive dalam kehidupan yang penuh persaingan. Karena itu salah satu persoalan yang muncul bagaimana upaya meningkatkan kualitas muslim melalui pendidikan Islam. Gambaran solusi pendidikan Islam mengahadapi tantangan globalisasi merupakan desain besar. Namun bukan berarti hanya romantisme, dan harus diwujudkan dalam rangka menciptakan manusia muslim yang mampu menjawab tantangan era globalisasi dengan berlandaskan pendidikan Islam.
DAFTAR PUSTAKA


Arifin, M, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung : Bumi Aksara, 1989.
Asy’ari, Musa,  Agama Kebudayaan, Jakarta : Kanisius, 1985.
Kamus Saku Ilmiah Populer, Jakarta : Gama Press, 2010.
Muthahari, Murthadha,  Islam dan Masyarakat, Bandung : Mizan, 1990.
Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung : Remaja Rosda Karya, 1994.
Thohir, Ajid, Perkembangan Peradaban Di Kawasan Dunia Islam, Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada,
www. Peran Islam Dalam Era Globalisasi.com

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com